Senin, 08 Februari 2016

My Disney Cribs

It's been years since I've been working in Jakarta, berarti selama itu juga saya tinggal di sebuah kamar kost kecil di dekat kantor saya di kawasan bisnis yang merupakan jantung kota Jakarta. 

Maka dari itu, saya mulai berpikir untuk membeli rumah sendiri ... toh tabungan available, dan ada fasilitas dari kantor juga. Dan mulailah saya mencari rumah tinggal sendiri. 

Pertimbangan utama pemilihan rumah adalah faktor: Lokasi. Dengan budget yag saya punya, saya bisa membeli rumah besar di pinggiran kota  (mungkin di Bekasi atau Depok) atau apartemen di pusat kota dekat kantor. 

Pilihan saya jatuh kepada: apartemen di pusat kota. Dengan pertimbangan, agar waktu saya tidak habis di jalan yang sudah pasti terjadi dengan reputasi kota Jakarta yang macetnya spektakuler. Kebayang kalo saya sudah pulang kerja, capek2, masih harus bermacet2 menuju rumah, dan sampe rumah sudah malam. 

Mulailah saya mencari apartemen tersebut. Memang tidak mudah. Ada yang bagus tapi mahal, ada yg sesuai budget tapi belum sertipikat, dan beberapa hambatan lainnya. 

Namun akhirnya saya menemukan sebuah unit apartemen yang saya cari. Sebuah apartemen di pusat kota, dekat dengan kantor. Harganya sesuai dengan budget saya dan sudah fully furnished. Hanya saja tidak sesuai dengan keinginan dan selera saya.  

Singkat cerita, pada tanggal 27 Nopember 2015, saya lakukan akad jual beli apartemen tersebut. Dan sebelum saya tinggali, saya renovasi dulu unit tersebut sesuai dengan keinginan dan selera saya. 

Adapun selera saya sebenarnya mudah ditebak, saya ingin sebuah unit yang nyaman. Berhubung saya fans Disney, jadi saya ingin rumah saya ada tema Disney juga. Pertimbangan saya yang lain adalah,  kalau saya dinas atau berlibur ke luar kota atau ke luar negeri, kadang saya merasa nyaman tinggal di hotel, dan hotel favorit saya adalah Disney Hotel. That's why salah satu inspirasi saya adalah untuk merenovasi rumah saya sebagaimana layaknya kamar di Disney Hotel, karena saya berpikir kalau saya tidak bisa setiap hari pergi ke Disney Hotel, kenapa tidak membawa Disney Hotel setiap hari kepada saya? 

Mulailah saya merenovasi unit apartemen saya, dan tepat 2 bulan setelah akad jual beli, yaitu pada tanggal 27 Januari 2016, saya mulai menempati rumah baru saya yang saya sebut dengan nama "My Disney Cribs".

Berikut saya share sedikit foto2 dari My Disney Cribs:

My Bedroom 



My Disney Corner



 Meja Rias dan Rak Disney Collection



 A View from The Disney Corner



My Dinning Room


 My Collections Wall of Fame



My Kitchen



Disney Amenities in The Bathroom



Enjoying an evening at My Disney Cribs



Kamis, 22 Mei 2014

Just dance

Kali ini cuman mau sharing tentang hobi aja. Salah satu hobi saya adalah dance. Saya memang tidak terlalu berbakat dalam dance, tapi saya punya passion dalam bidang yang satu ini. 

Diawali tahun 2011, saya coba2 ikut2 kelas hip hop di salah satu gym di Jakarta. Di situ saya ketemu banyak teman baru yang memiliki minat yang sama. Saya mulai rutin mengikuti kelas hip hop semenjak itu, walaupun awalnya cuman ikut-ikutan aja. Di kelas hip hop di gym saya cuman belajar koreografi, atau cuman ikut koreo yang diajarkan instruktur saja.

Tahun 2012, saya coba ikut kelas academic hip hop (regular class) di salah satu Dance Academy di Jakarta. Di situ saya belajar basic hip hop, termasuk teknik2 dasar dan belajar koreografi juga. 

09 Desember 2012, Dance Academy tempat saya belajar hip hop mengadakan event di @america di Pacific Place yang diberi nama "Metamporphosis". Di event itu ditampilkan berbagai genre tarian yang mewakili beberapa tema yang berkaitan dengan feelings (seperti: happy, love, angry, dll) dan seasons (seperti: spring, summer, winter). Saat itu adalah pertama kalinya saya tampil untuk dance di tempat umum. Saya dan teman2 di kelas saya tampil dalam satu grup yg represent angry feeling dengan lagu dari MIMS dengan "Like This". 

Here are some photos:


Dancing on The Stage with My Group


Finale with All Students



09 Juni 2013, Dance Academy tempat saya belajar mengadakan sebuah Dance Production yang berjudul "Peter Pan". Dance production yang berlokasi di Gedung Perfilman Umar Ismail di Kuningan Jakarta ini melibatkan seluruh siswa Dance Academy tersebut dari berbagai kelas, genre dan usia. Dance yang ditampilkan mulai dari ballet, hip hop, contemporary sampai belly dance, dengan story line cerita Peter Pan. Saya mendapatkan peran sebagai Peter Pan. Saat itu adalah pertama kalinya saya dance di depan umum dengan genre lain seperti ballet dan kontemporer. It was fun. Love the experience. 

Here are some photos:


Me, Dancing Solo on The Stage


 Me, Flying with Tinker Bell on The Stage


 Me, Dancing with The Indians


Peter Pan VS Captain Hook, The Duel


The Curtain Call



22 Februari 2014, Dance Academy tempat saya belajar mengadakan dance show yang berlokasi di Ice Palace Lotte Shopping Avenue - Ciputra World Jakarta, dengan judul "Seasons of Love". Kembali ditampilkan tarian-tarian dari seluruh siswa, kali ini dengan tema cinta. Saya menampilkan beberapa tarian antara lain berperan sebagai Flynn Rider dalam cerita Rapunzel. Saya juga membawakan tarian dengan genre hip hop dengan tema "Dare to Love" dengan lagu dari Bruno Mars berjudul "Treasure", dan tari hip hop lain dengan tema "Love Your Country" dengan lagu "Rep Kedhep" dari Hip Hop Diningrat yang dilanjut dengan finale/curtain call dengan lagu "Turn Up The Love" dari Far East  Movement.


Here are some photos:


Rapunzel & Flynn Rider, I See The Light


Dare to Love


Love My Country


Finale, Turn Up The Love


27-28 September 2014, diselenggarakan sebuah pertunjukan bertajuk "Seberkas Cahaya a Ballet Tribute to Chrisye with Tohpati Orchestra", yang merupakan sebuah pertunjukan ballet yang mengetengahkan sebuah cerita dengan iringan live orchestra. Lagu2 yang dibawakan adalah 15 lagu legendaris yang pernah dipopulerkan oleh Alm. Chrisye dengan aransmen dari Tohpati. Dalam pertunjukan tersebut saya mendapatkan dua peran, yaitu sebagai petani anggur di Babak 2 dan Babak 4, dan menjadi dokter di Babak 3.


 Me, Dancing with a Big Smile on My Face


   Babak 2, "Serasa" 
(sebagai petani anggur dalam adegan pesta panen anggur)


Babak 3, "Kisah Cintaku" 
(sebagai dokter)


Babak 4, "Hip Hip Hura"
(sebagai petani anggur yang turut berpesta)


The Curtain Call


14 Februari 2015, sukses dengan pementasan di Jakarta, "Seberkas Cahaya a Ballet Tribute to Chrisye" pun diselenggarakan di Surabaya. Dengan sedikit tambahan tokoh dan pergantian para pemeran, saya pun kembali tampil dalam pementasan tersebut. Selain menjadi Dokter pada Babak 3, dalam kesempatan ini saya menjadi Ayah dari Chris (dan tidak lagi menjadi petani anggur). 


 Babak 3, "Kisah Cintaku" 
(sebagai dokter)

Babak 4, "Hip Hip Hura" 
(sebagai Ayah Chris)


07 November 2015, Dance Academy tempat saya belajar mengadakan dance show yang berlokasi di Ice Palace Lotte Shopping Avenue - Ciputra World Jakarta, dengan judul "Steps in Movie". Kembali ditampilkan tarian-tarian dari seluruh siswa, kali ini dengan tema film. Saya menampilkan beberapa tarian antara lain berperan sebagai Robert dalam cerita Disney's Enchanted. Saya juga membawakan tarian dengan genre hip hop dari "Step Up Revolution" dengan tema flashmob.

Sebagai Robert dalam "Enchanted"


30 April 2017, Dance Academy tempat saya belajar mengadakan dance show yang berlokasi di Gedung Perfilman Usmar Ismail Kuningan Jakarta, dengan judul "Steps of Fame". Kembali ditampilkan tarian-tarian dari seluruh siswa, kali ini dengan tema tokoh-tokoh yang populer (fame). Saya turut berpartisipasi sebagai Prince Phillip dalam salah satu nomor tarian dengan tema Disney Princess.

Pas De Deux


Sebagai Prince Phillip dalam "Disney Princess" 


02 Desember 2018, Kemang Dance Center mengadakan dance recital dengan Judul "A Musical Journey" yang berlokasi di Gedung Kesenian Jakarta. Tema yang ditampilkan dalam pertunjukan adalah The Lion King, Minnie Mouse, The Flinstones dan Anastasia. Saya mendapatkan peran sebagai Vladimir dalam tema Anastasia. Saya tampil dalam opening dance yaitu "Come Alive" dan dalam "Rumors in St. Petersburg" serta "Paris Holds The Key to Your Heart".  


Come Alive

Rumors in St. Petersburg

Paris Holds The Key to Your Heart


08 Februari 2020, Steps Academy kembali mengadakan dance recital dengan judul "Pursuit of Happiness" yang berlokasi di Gedung Perfilman Usmar Ismail Hall Jakarta. Tema yang ditampilkan dalam pertunjukan kali ini adalah tentang "kebahagiaan", yang terbagi dalam 3 segmen. Di segmen pertama, ditampilkan tentang kebahagiaan yang dangkal (shallow happiness) such as childish, fame, attachment, money. Di segmen kedua, ditampilkan tentang apa yang membuat kita tidak bahagia (unhapiness), such as greed, beauty dissatisfaction, loneliness, heartbreak. Dan segmen terakhir tentang true happiness yang terdiri dari happiness comes from within dan be happy now. Dalam recital ini saya berpartisipasi di segmen pertama dalam tema "Fame" dengan genre KPop, di segmen kedua dalam tema "Loneliness" dengan genre urban, dan di segmen ketiga dalam tema "Happiness Comes From Within" dengan genre urban juga.  


Fame


Loneliness


Happiness Comes from Within


16 November 2024, Kemang Dance Center kembali mengadakan recital yang merupakan grand concert dengan judul "Once Upon a Time" yang berlokasi di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan kali ini terdiri dari 2 (dua) sesi dengan berbagai tema antara lain: Toy Story, The Little Mermaid, Sleeping Beauty, Cinderella, Aladdin, dan beberapa tema lepas. Saya tampil beberapa nomor dance yaitu dalam adegan ballroom cerita Cinderella dengan lagu "So This is Love" dan finale Cinderella, dalam cerita Aladdin dalam lagu "Prince Ali" dan "Finale Ultimo", serta dalam grand finale dengan lagu dari Tokyo Disney Resort 35th Celebration dengan lagu "Brand New Day".  


Cinderella - So This is Love


Aladdin - Prince Ali


Aladdin - Finale Ultimo


Grand Finale - Brand New Day


01 Desember 2024, The Dance Station Jakarta mengadakan recital berupa concert berjudul "Dance Through Wonderland" dengan lokasi di Gripa Studio Jakarta. Dalam pertunjukan ini saya tampil dalam tarian terinspirasi dari film Enchanted dengan judul lagu "That's How You Know" sebagaimana pernah sebelumnya ditampilkan dalam recital "Steps in Movie" di tahun 2015, namun tentunya dengan ada sedikit penyempurnaan dan modifikasi dari sebelumnya. Seluruh pemeran dari pertunjukan sebelumnya sudah diganti, hanya saya saja yang tetap berperan Robert. 



Kembali berperan sebagai Robert dalam "Enchanted - That's How You Know"


10 Agustus 2025, digelar pertunjukan "Magical Dance Night" yang berlokasi di Gedung Kesenian Jakarta. Kali ini saya berpartisipasi tampil dalam sebuah tarian dari film Lion King dengan lagu "I Just Can't Wait to be King". Dalam pertunjukan ini, selain saya tampil sebagai Zazu, saya juga turut membuat koreografi tarian untuk ditampilkan bersama penari-penari lainnya. Sebuah kebanggaan tersendiri, karena ini adalah pertama kalinya koreografi yang saya buat, ditampilkan di panggung besar. Saya pun sangat senang, karena penampilan tersebut mendapatkan sambutan yang meriah dari penonton. 



Berperan sebagai Zazu dalam "Lion King - I Just Can't Wait to be King"


Video dari acara-acara yang sudah saya sebutkan bisa dilihat di channel youtube saya: adhittube ( www.youtube.com/adhittube ). 

I love to dance, even though I'm not the greatest dancer with the greatest technique but I'm really having fun dancing :)

So, if you have passion about something, just do it ... explore, and have fun. Just dance! ;)

... that's life

Di sebuah SMA:

Adalah si A, cowok ganteng, tinggi, jago basket, banyak temen, banyak fans, udah sering foto buat majalah remaja, jd bintang iklan, populer aja pokoknya. Masih muda udah tenar dan dipuja2, jadi bisa dong seenaknya. Wajarlah kalo dia belagu.

Adalah si B, cowok ga populer, ga jago olahraga, hobinya gambar2 aja, ga banyak temen, rata2 temennya cewek, sering dikata2in 'banci' ... sama siapa? Sama si A dan pengikut2nya. Si B udah biasa dikata2in, diketawain & dipandang rendah, karena bagi si A dan pengikut2nya ... si B cuman seorang banci.


Belasan tahun kemudian:

Si A lagi antri ... antri casting beserta puluhan model cowok lainnya, buat sebuah job dalam sebuah fashion show. Dia udah datang dari pagi, bela2in berangkat naik motor pagi2 dari kosannya. Sambil ngantri dia berdoa, berharap mudah2an designer yg ngadain fashion ini milih dia buat jadi modelnya. Dia bener-bener butuh job ini buat bayar kostnya, soalnya udah 2 bulan dia nunggak bayar.

Si B di tempat yang sama, di ruangan lain, di belakang meja, sedang memilih model yg akan dia pekerjakan untuk bawain hasil karyanya di fashion show yg dia selenggarakan. Iya, si B sekarang berprofesi sebagai fashion designer, sebuah profesi yg memberi dia penghasilan, untuk makan, beli rumah, dan beli mobil berikut hire supirnya.

... that's life.

Rabu, 08 Agustus 2012

The Red Riding Hood

Hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2012, kembali saya dan Rony Bilberry melakukan photo shoot. Photo project kali ini mengusung tema twisted fairytales, dan yang akan kita coba tampilkan adalah "The Red Riding Hood".

Common theme dari "The Red Riding Hood" adalah anak perempuan yang mau rumah neneknya dengan membawa keranjang/tas berisi makanan, tetapi serigala jahat menyamar jadi neneknya dan memakan The Red Riding Hood.

Tema tersebut saya twist, The Red Riding Hood adalah seorang lelaki (yang diperankan oleh saya sendiri), & instead of dimakan oleh serigala, The Red Riding Hood survive dengan membunuh si serigala tersebut. 

So, basically foto2 yang diambil adalah storyline dari kisah singkat tersebut di atas. They won't be too literal, as my photos are used to be ... I'm gonna let you to do your own interpretation of the photos. 

Without further words, here are the photos ... 
started from how The Red Riding Hood begins his journey from the nest
Mission



followed by how he runs to escape from wolf ... fiercely ;)
Escape



then he tries to survive, with his only weapon ... a knife
The Middle of The Journey



and how he's the last one standing, after defeating the wolf.
The Red Riding Hood




FIN

So, those are the photos...
makasih udah nyempetin mampir ya :)



Minggu, 08 Juli 2012

Hero VS Villain

Hari Sabtu, tanggal 2 Juni 2012, saya kembali terlibat untuk sebuah photo shoot. Kali ini dengan dua fotografer, yaitu Rony Bilberry & Aban Goldrick. Talent untuk photo shoot ini ada dua orang, yaitu saya & M. Arief Budiman.

Tema yg diangkat sebuah tema yg simple, yaitu "Hero VS Villain", yg kali ini diberi twist di mana sang Villain yg akan menang. Kenapa begitu? Karena konsepnya konsep saya, ya berarti suka-suka saya dong, hehehe ...

So, without further words here are the photos:

Rony's Photos

 M. Arief Budiman as "The Hero"


and Adhitya Pratama as "The Villain"


Dangerous Noon


 
 The Day has Broken


White Honor



Aban's Photos

Ready


Gazing to The Near Future


Getting Ready


Dilemma


 Cornered by The Villain


 BANG!


Just ... LOOK AT ME!!!

Well, I guess that's just about it. And here are some shots behind with the photographers after we did the shots. 



 Thank you :)